Bali, Suasana Nyepi yang Tak Terlupakan

Bali, Suasana Nyepi yang Tak Terlupakan – by Daud

Perjalanan ke Bali kali ini sebenarnya diawali oleh adanya waktu liburan dibulan maret, dan ketika saya beserta beberapa sahabat inindonesiaku.com sudah sepakat dalam penentuan tanggal berangkat dan pulang, baru semua sadar jika perjalanan kali ini bertepatan dengan hari besar Nyepi. Liburan di Bali saat Nyepi, banyak potensi untuk berpikir, sepertinya ini merupakan rencana yang salah, bukan?. Memang, kami mengunjungi Bali bukan hanya khusus ingin merasakan saat Nyepi saja, namun satu hari ini tetap spesial, walau membuat kami tidak bisa kemana-kemana, dan ini di Bali pula. Ternyata apa yang saya bayangkan tidaklah seburuk kenyataannya, bahkan liburan di Bali saat Nyepi merupakan pengalaman sangat baru dan mengesankan, dan mungkin juga dirasakan sebagian besar  sahabat inindonesiaku yang ikut pada saat itu.

Nyepi Bali 4Satu hari menjelang Nyepi, baru saya menyadari bahwa di Bali tidak ada yang namanya toko yang tak pernah tutup, bahkan bagi mereka yang berkonsep convenience store tujuh hari seminggu, dua puluh empat jam sehari, karena pada saat Nyepi semua harus tutup, juga untuk layanan ATM. Hanya saja bagi saya yang paling berkesan adalah malam sebelum Nyepi. Baru saat itu saya melihat ogoh-ogoh dari jarak dekat, darah seni masyarakat Bali memang tidak ada duanya, ogoh-ogoh dibentuk dengan sangat detail, air liur dari sosok raksasa juga bisa divisualisasikan, pembuatan ogoh-ogoh ini juga penuh perhitungan dan sangat presisi, ada ogoh-ogoh yang besar namun berdiri dengan hanya satu kaki. Ini satu alasan lagi yang membuat saya takjub akan Bali, Suasana Nyepi yang Tak Terlupakan.

Nyepi Bali 1Ketika  hari pertama ditahun baru Saka dimulai, maka setiap masyarakat umum dilarang untuk keluar rumah atau hotel.  Tidak banyak yang dapat saya ceritakan disiang hari saat Nyepi, namun ada satu hal yang sangat menarik, dalam Nyepi di Bali saya dan para sahabat inindonesiaku lainnya menghabiskan waktu dengan saling mengobrol.  Jadi, kesimpulan pertama waktu siang hari saat Nyepi merupakan saat yang baik bagi yang ingin membangun komunikasi.

Nyepi Bali 2Perlahan tapi pasti waktu malampun tiba. Bagi saya saat itu benar-benar luar biasa, ketika suara dari benda-benda buatan manusia tidak terdengar, maka suara alam menjadi begitu jernih terdengar ditelinga. Suara lolongan anjing malam, kepakkan burung yang kebetulan lewat di lobby tempat kami menginap semua dapat terdengar, mungkin jika mau lebih memperhatikan, suara hati saya yang jatuh cinta lagi dengan Bali, seharusnya juga bisa terdengar.  Saat malam semakin pekat, maka kesunyianpun semakin terasa. Bagi umat Hindu yang merayakan Nyepi, malam itu sepertinya merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kontemplasi.

Saat matahari dihari kedua tahun baru Saka kembali menerangi langit, maka Nyepipun berakhir. Kesimpulan kedua dengan sengaja langsung saya buat.  Bagi saya dan mungkin juga sahabat inindonesiaku, menghabiskan waktu satu hari di Bali saat Nyepi  ternyata memang pengalaman yang tidak mudah untuk dilupakan. Bali, Suasana Nyepi yang Tak Terlupakan, benar-benar a place to remember.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments