Curug Malela, Bermanja di Bawah Percikan Air Terjun Miniatur Niagara

Curug Malela, Bermanja di Bawah Percikan Air Terjun Miniatur Niagara – by Deasy

Akhir bulan September 2014 lalu, saya bersama sahabat inindonesiaku.com melakukan perjalanan dan petualangan yang luar biasa.  Kami mengunjungi Curug Malela yang terletak di Kabupaten Bandung Barat.  Alasan kami mengunjungi curug ini karena beberapa teman mengatakan bahwa curug ini sangat bagus, dan ada yang mengatakan, bahwa Curug Malela adalah miniatur dari  air terjun Niagara yang ada Amerika.

Curug Malela ini lebih tepatnya terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat.  Lokasi desa ini merupakan perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Cianjur.  Saat ini, petunjuk untuk menuju ke Curug Malela, Bermanja di Bawah Percikan Air Terjun Miniatur Niagara sudah dapat ditemui disepanjang jalan dan cukup representatif bagi kita yang belum pernah kesana sehingga jangan khawatir nyasar.

Kami berangkat melalui jalur dari arah pintu tol Padalarang, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ke curug sekitar 5 jam.  Jalur yang dilalui dari perempatan tol Padalarang terus melalui daerah Batujajar, Cihampelas, Cililin, Sindangkerta, Bunijaya, Gunung Halu dan Perkebunan Montaya di Kecamatan Rongga.  Jalan yang dilalui umumnya mulus untuk ukuran jalan desa, baru setelah melewati daerah Gunung Halu dan Rongga, jalan agak terjal dan berbatu serta naik turun.  Jika mau menggunakan kendaraan roda empat, disarankan menggunakan kendaraan yang agak tinggi karena kondisi jalan yang tidak terlalu bagus untuk dilalui oleh kendaraan sejenis sedan.

Ada dua daerah pemberhentian terakhir sebelum melakukan trekking atau ganti menggunakan ojek menuju curug, yaitu diperkebunan teh daerah Rongga dan di Desa Cicadas. Semula, kami berencana akan mulai melakukan trekking dari Desa Cicadas yang berjarak kurang lebih 4 km dari curug, namun karena kondisi jalan berbatu dan sedang dalam perbaikan sehingga kendaraan kami tidak dapat melewati jalan tersebut, akhirnya kami memarkir kendaraan kami di perkebunan teh sekitar Rongga.  Dari sini banyak ojek yang menawarkan jasa untuk menuju ke curug, namun karena penawaran harga yang (menurut kami) agak mahal Rp 70.000 pp kami memutuskan untuk mulai trekking, jarak dari Rongga hingga ke curug masih kurang lebih 8 km.

Sepanjang perjalanan menuju curug, kami disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa, perkebunan pinus, hamparan sawah yang sangat luas dan hijau serta pemandangan perbukitan yang benar-benar mencuci mata dan pikiran yang mumet dengan urusan pekerjaan dan hiruk pikuknya kehidupan di perkotaan.  Sayangnya karena sedang musim kemarau, cuaca yang seharusnya segar terkontaminasi oleh debu-debu jalanan, belum lagi ojek yang hilir mudik.  Dibeberapa titik perdesaan, banyak orang-orang desa yang memberi tahu kami bahwa jarak menuju curug masih sangat jauh, sebaiknya menggunakan ojek karena waktu akan habis oleh jalan kaki tetapi kami tetap optimis bahwa kami bisa sampai ke curug dengan berjalan kaki.

Sampai setengah perjalanan, kami tiba di gerbang utama Curug Malela yaitu di Desa Cicadas (pemberhentian kedua), disini kami membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang.  Dari gapura, perjalanan kami lanjutkan, masih dengan suguhan pemandangan sawah, bukit dan perkebunan yang hijau disisi kiri dan kanan, kami berjalan setapak demi setapak sambil sesekali berfoto mengabadikan keindahan alam yang diberikan oleh Sang Pencipta.  Teriknya matahari siang itu tak mengurangi semangat kami untuk terus berjalan menuju curug.  Sesekali kami berhalusinasi bahwa curug sudah dekat tetapi rupanya itu bunyi gesekan daun bambu yang dihembus oleh angin.  Setelah kurang lebih berjalan 1 jam dari Desa Cicadas, kami tiba diparkiran Curug Malela, kami beristirahat sejenak menyantap puding yang dibawa oleh salah satu sahabat IDC sebagai tambahan tenaga untuk menuju curug, beberapa diantara kami ada juga yang mengudap bala-bala (bakwan, red)  dari warung tempat kami beristirahat.

Perjuangan belum berakhir disini karena untuk mencapai curug, kami masih harus menuruni jalan setapak yang terjal dan curam dengan kemiringan 70 derajat lebih.  Setengah perjalanan masih nyaman karena sudah ditembok, pemandangan curug sudah dapat terlihat dari atas, seperti hidden paradise.  Namun karena kontur tanah yang turun (mungkin) sebagian tembok sudah roboh dan berganti tanah sehingga kami harus ekstra hati-hati untuk menuruni jalan setapak karena khawatir terpeleset akibat tanah gembur yang licin.  Jalan setapak yang berkelok-kelok dan curam berikut jurang yang dalam disisi kanan kami , menambah kesan pertualangan kami menuju curug menjadi luar biasa.  Setelah kurang lebih 45 menit kami menuruni jalan setapak, akhirnya kami tiba di Curug Malela.  Semua rasa lelah dan penat sepanjang perjalanan yang kami tempuh selama kurang lebih 2 jam tadi, sirna dengan suguhan pemandangan curug yang sangat luar biasa..

Sebenarnya, menurut penduduk setempat, masih ada 6 curug lain selain curug Malela ini.  Curug Malela merupakan air terjun pertama dari rangkaian tujuh air terjun yang ada, enam air terjun lainnya yaitu Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngebul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.  Semua terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat dan mengarah ke perbatasan Kabupaten Cianjur.

Kami pun tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengabadikan curug yang terkenal sebagai air terjun niagara-nya Indonesia ini.  Semua camera, gadget, handphone tak terkecuali handycam turut mengabadikan hasil ciptaan Tuhan yang sungguh luar biasa ini, kami mengekspresikan kekaguman kami atas karya Tuhan ini dalam berbagai gaya.  Kami memaksimalkan waktu yang ada dengan bersenda gurau diatas batu-batu yang ada dibawah air terjun, beberapa teman kami bahkan ada yang bermain basah-basahan untuk merasakan sensasi air Curug Malela ini.

Tak terasa hari mulai sore dan kami harus segera kembali ke kendaraan sebelum hari mulai gelap karena jalan setapak yang kami lalui akan sulit ditempuh jika hari mulai gelap.  Sebenarnya kami enggan beranjak dari tempat ini, dengan pemandangan yang indah dan sahabat-sahabat yang luar biasa seberapa lamapun akan terasa sangat singkat.  Sungguh pemandangan yang luar biasa, hidden paradiseCurug Malela, Bermanja di Bawah Percikan Air Terjun Miniatur Niagara, benar-benar a place to remember.

Curug Malela 8

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments