Dieng, Surga Sudah Mulai Sejak Pagi Hari

Dieng, Surga Sudah Mulai Sejak Pagi Hari - by Danu

Dieng 3

Dieng menyuguhkan rona surga, saat kabut agak tebal menumpuk di ujung daun kebun kentang yang terbaring santai di sebagian besar wilayah ini. Warna putih lembut terpadu apik dengan sinar matahari keemasan yang baru sempat mengintip di balik pegunungan yang mengelilingi Dieng. Sahabat inindonesiaku.com tak perlu bingung mencari tempat sempurna untuk menikmati fajar khas pegunungan yang biasa di cari banyak orang. Dieng punya segala yang dibutuhkan, asal bersedia bangun lebih pagi, guna meresapi transisi udara yang sangat dingin hingga berubah agak hangat saat mentari mulai terbit.

Dieng 4

Dieng 6

Keadaan ini memberi satu pengertian tersendiri, kenapa banyak orang Indonesia sangat senang bangun pagi. Bukan sekedar soal alasan mencari rejeki, tapi pemandangan seperti ini pasti takkan sanggup untuk cuma dilewati dengan menarik selimut lagi. Jangan harap bisa santai menyesap hangatnya kopi, Dieng pasti membuat siapapun terlalu sibuk tercengang melihat keindahannya di pagi hari, selain udara dingin di Dieng yang juga belum pernah terkenal mengijinkan kopi memanas terlalu lama. Tak heran, masyarakat Dieng juga memiliki karakter lembut bagai kabut pagi hari yang selalu tersenyum dengan senang hati, saat menyambut siapapun yang berpapasan kala itu. Mereka terlahir ramah, bagai angin dataran tinggi yang dengan tanpa menyeleksi, selalu terurai nada sederhana, menyapa para masing-masing penikmat Dieng, Surga Sudah Mulai Sejak Pagi Hari walaupun mereka tidak saling bertetangga.

Dieng 1

Dieng 2

Dieng 7

Dieng sejuk sepanjang hari, menyimpan sejuta keunikan yang tak sekedar soal keindahan alam. Memiliki julukan sebagai pelataran kayangan, Dieng juga terkenal sebagai tempat berkumpul para dewa. Sebagian orang percaya, Dieng tercipta bagi para dewa untuk belajar soal kebijaksanaan. Karena, kegiatan sesederhana seperti mandi pagi tanpa penghangat air saja, juga bisa membuat jantung manusia biasa tergetar, memaksa untuk berucap syukur atas kehidupan ini. Dieng memberi banyak hal yang selalu di luar ekspektasi, dari soal memanen kentang yang bisa seukuran penuh dua telapak tangan orang dewasa, cabai merah sebesar jempol kaki, dan rasa manis sekaligus renyah dari buah Carica yang khas dan menjadi salah satu ciri utama daerah Dieng ini. Satu lagi cara menikmati Indonesia dengan sederhana dan mengena di hati, dari Dieng, mengucapkan selamat pagi untuk pecinta Indonesia. Dieng, a place to remember.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments