Maluku – Get Lost in Ternate – by Arum Silviani

Mungkin judulnya agak berlebihan. Saya memang sengaja menulisnya demikian, lantaran memang begitulah yang saya rasakan secara pasti.

Ternate yang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di kawasan Maluku utara, Saya kunjungi seorang diri di bulan Juni 2012.

Bagi sahabat pecinta Indonesia di inindonesiaku.com yang sudah pernah ke Ternate, pasti tak akan bosan  menceritakan panoramanya yang luar biasa indah, seolah sedang membahas kampung halaman sendiri.

ternate 5

Menuju Ternate – Maluku

Bulan Juni – September merupakan waktu ideal berkunjung ke Ternate, selain langit cerah, rangkaian festival Sail Murotai di selenggarakan.

Di namakan demikian karena Pulau Murotai merupakan sebuah pulau yang bertetangga dengan Ternate.

Pada bulan-bulan tersebut, Pulau ini sedang sibuk bersolek menyambut kehadiran pecinta Indonesia dari seluruh dunia, terutama bagi sahabat inindonesiaku yang menggemari olahraga menyelam.

Sesaat sebelum mendarat di Ternate, birunya air laut dan deretan pegunungan cantik menyambut saya lewat senyuman dari balik jendela pesawat.

Sang pilot dengan terampil meliuk-liuk menembus awan. Berputar mengelilingi pegunungan dan gugusan kepulauan yang menyergap pandangan mata.

Meskipun agak khawatir karena tidak melihat landasan pacunya di pulau yang mana, namun keindahan pemandangan di bawah sana sungguh menyenangkan.

Tahu-tahu, badan pesawat sudah di banting sekerasnya ke landasan pacu. Begitu mendarat, memotret pemandangan di sekitar bandar udara Sultan Baabullah Ternate menjadi misi pertama.

Beruntung, cuaca cerah ceria, langit pun seolah merestui saya untuk menikmati satu lagi surga indah di Indonesia dengan cara yang tak terlupakan dan selalu ingin saya ceritakan kembali dengan sahabat pecinta inindonesiaku.

Ternate, yang dulu bahkan hanya bisa saya lihat di lembaran uang seribu rupiah dan buku sejarah jaman sekolah, kini akhirnya bisa saya rekam pesonanya lewat kamera kebanggaan, Get Lost in Ternate.

ternate 2

Get Lost

Terminal bandara Sultan Baabullah terletak tepat di atas bukit.  Pasti sudah bisa terbayangkan betapa luar biasanya sambutan pulau cantik ini saat saya datang.

Dari sudut pandang seperti ini, barulah saya menemukan bukti akurat, apa sebab pesawat yang saya tumpangi tadi mendadak cepat memutuskan berhenti dan nyaris membuat kamera di tangan saya terlepas. Ternyata, landasan pacunya pendek sekali.

dari atas pesawat 2Wajah lurus dan percaya diri langsung Saya pasang tanpa basa-basi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa seorang newbie.

Sambil berharap dapat dengan mudah memahami Bahasa Indonesia masyarakat setempat, lantaran aksen ramah khas orang Ternate membuatku terpukau dengan cara mereka berbicara, sehingga saya sering melewatkan isi pesan aslinya.

Ternate menyapa

Ternate rupanya masih malu-malu menyapa saya, pulau ini agak pendiam sebelum saya sapa duluan.

Namun, ada satu kejadian yang sungguh tak bisa saya lupakan. Saat sedang bingung mencari tahu bagaimana saya bisa berkeliling Ternate yang luar biasa ini.

Seorang Ibu orang asli Ternate saya hampiri untuk menemukan jawabannya.

Dengan sopan saya bertanya dengan sang Ibu, untuk cari tahu bagaimana cara menjangkau hotel tempat saya menginap.

Ibu itu melihat saya dari atas ke bawah, lalu menyadari kalau saya bukan orang yang familiar akan Ternate.

Naik Taksi menjadi jalan satu-satunya yang sangat direkomendasikan. Lalu tiba-tiba Ibu itu menjerit, memanggil temannya, seorang Bapak setengah baya agar mencarikan taksi untuk Saya.

Sebelumnya Ibu itu bilang, “Carikan supir yang baik Pak untuk adik ini. Kasihan, perempuan sendirian”.

ternate 6Taksi di sini adalah mobil pribadi yang sengaja disewakan untuk berbagai kebutuhan.

Keluar dari kawasan bandar Udara Sultan Baabullah, di beberapa lokasi terlihat rumah-rumah penduduk setempat yang terkesan tidak teratur.

Kontur tanah yang berundak-undak juga membuat penduduk lebih suka berkumpul di tempat yang agak datar.

Satu hal yang menyenangkan, jalanan di Ternate tidak padat dengan kondisi jalan yang sangat mulus.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit, sampailah Saya di hotel terbesar di Ternate.

Bukan hanya terlihat megah, pemandangan disini menghadap langsung ke Pulau Tidore dan Pulau Maitara yang tidak kalah indahnya.

Tapi yang paling penting untuk sahabat inindonesiaku perlu tahu, luas Ternate tak lebih dari 6 ribu kilo meter persegi.

Terima kasih Ternate

Jadi kita bisa berkali-kali menikmati kepuasaan soal kekayaan budaya dan kearifan setempat dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama, bahkan untuk mengitari seluruh pulau Ternate hanya memerlukan waktu 45 menit menggunakan taksi.

Dan satu lagi yang pasti, Ternate benar-benar a place to remember.

Di memoriku, di indonesiaku dan di hati kita semua.  Get Lost in Ternate, benar-benar takkan terlupa.

1 KOMENTAR

  1. merindiinngg bacanya. waahh jadi makin rajin buat nabung nihh biar bisa menjelajah wilayah indonesia lainnya :))