Pasir Timbul Raja Ampat, Tak Mudah Dilupakan

Pasir Timbul Raja Ampat, Tak Mudah Dilupakan

Siang yang belum terlalu siang, boat melaju pelan di atas air bening bak kaca menuju hamparan pasir putih yang terlihat asik relax rebahan berjemur dibawah teriknya sinar mentari. Pasir Timbul Raja Ampat tak bergeming saat boat mulai mendekat, tetap rebahan dengan nyaman, tetap diam santai sambil menebarkan aura keindahan menghasut para tamu tuk segera turun dari boat lalu berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya menikmati terik mentari. Kala itu hanya ada dua boat yang mendekati Pasir Timbul Raja Ampat, hamparan pasir putih nya yang luas membuat bingung menentukan dimana boat harus menepi, semua sisinya indah mempesona.

Boat berhenti di sisi dekat sebuah pulau yang selalu jadi background poto para tamu. Agak kaku di awal perkenalan dengan Pasir Timbul Raja Ampat, mau ke kanan dulu atau ke kiri dulu, mau berendam dulu ataukah segera ikut rebahan berjemur??? bengonglah kami semua dibuatnya. Saya dan sahabat inindonesiaku.com sesaat berdiri diam tertegun memandangi indahnya Pasir Timbul Raja Ampat.

Namun tak butuh waktu lama untuk akrab dengan Pasir Timbul Raja Ampat yang adalah salah satu objek wisata yang sangat terkenal di Raja Ampat. Benar adanya banyak orang berkata tidak cukup jika hanya memandangi poto atau gambarnya saja, sahabat wajib mendatangi, melihatnya langsung, menyentuh jernih airnya, menggenggam pasirnya nan lembut dan merasakan panas terik mentari di sini.

Kami semua dibuat tak berdaya saat panas terik mentari menyengat tubuh ini, Pasir Timbul Raja Ampat menyembuhkan ketidakberdayaan tubuh ini dengan mengajak kami semua berendam di airnya yang jernih segar. Panas terik mentari sungguh tak dirasa kami semua sibuk menciptakan moment berpoto, tak ada puasnya walau sudah terkumpul ratusan jepretan poto. Pasir Timbul Raja Ampat senyum bahagia kala mendengar gelak tawa para tamu, bahagia saat melihat kulit para tamu menjadi hitam gosong. Pasir Timbul Raja Ampat bangga bukan main karena selalu jadi background poto para tamu.

Kami semua senang,  Pasir Timbul Raja Ampat bersikap manis, tak kenal lelah walau disuruh banyak berpose demi poto keceh. Pasir Timbul Raja Ampat tak menampakkan kesedihan saat boat menyalakan mesin tanda kami harus segera pergi, dipeluknya kami satu persatu penuh kehangatan, terbesit bisikan mesra “jangan lupakan aku, kembalilah lain waktu, aku tak kan kemana-mana“. Ahhh bagaimana mungkin melupakan Pasir Timbul Raja Ampat, bagaimana mungkin membuang kenangan bersama sahabat di tempat seindah ini yang walau hanya sekedar hamparan pasir dan aku pasti akan kembali menemuinya.  Pelukan perpisahan dari Pasir Timbul Raja Ampat, Tak Mudah Dilupakan sulit sulit sulit sungguh sulit melupakan semuanya karena Pasir Timbul Raja Ampat memang sungguh a place to remember.

By Ina_nty

Comments

comments