Pelangi Warna dari Danau Linow

Pelangi Warna dari Danau Linow - by Arum Silviani

Sebelum sampai ke Danau Linow, saya melewati sebuah rumah besar. Bangunannya tinggi, dengan halaman yang luas, dan pemandangan ke danau Linow. Sungguh indah pemandangan yang dimiliki lingkungan ini. Menurut cerita penduduk lokal, Danau Linow bukan properti milik umum atau pemerintah kota Tomohon, jadi tak heran, lingkungan ini sangat tertata dan penuh kesan artistik yang di balut keindahan alami. Luasnya sekitar 34 hektar, berbatasan dengan pembangkit Geothermal Lahendong.

Danau Linow 7

Saat memasuki kawasan danau Linow, sahabat inindonesiaku.com akan dikejutkan dengan penampakan sebuah danau dengan gradasi warna yang sangat indah, bahkan di luar ekspektasi saya sebelumnya. Ternyata, melihat Danau Linow dari atas benar-benar membuat saya terpesona, sampai kebiasaan mengambil gambar pun terlupakan. Tapi yang pasti, ingatan saya tak akan mungkin menghilangkan bagian yang satu ini sampai saya tua nanti. Masuk ke area wisata Danau Linow, saya dikenai biaya Rp. 25.000. Sudah termasuk dengan kupon untuk ditukarkan dengan makanan kecil serta minuman di sebuah kafe sederhana yang berada di tepian Danau Linow. Sangat murah, bukan?  Apalagi untuk menikmati Pelangi Warna dari Danau Linow

Danau Linow 6

Saya bersyukur cuaca kali ini benar-benar mendukung pancaran pesona Danau Linow dengan komposisi yang nyaris sempurna. Langit cerah, matahari bersinar hangat, dan udara Lahendong yang sejuk seolah menyambut kedatangan saya kemari. Beberapa turis mancanegara terlihat mengunjungi danau dan tidak kalah terpesona seperti saya. Sempat kami saling sapa, dan ternyata mereka dari Belanda. Salah satu dari mereka bilang, “Selamat Siang Nona”. Waah senangnya mendengar orang asing berbicara bahasa Indonesia tercinta. Tak lama langsung saya jawab, “Selamat siang”, dengan hospitality khas Indonesia juga sambil berkata, “The beautiful place in Indonesia is not only Bali, Madam. Dan sepertinya Dia juga setuju.

Danau Linow 4

Uniknya, air di Danau Linow ini bisa berubah warna, mungkin sesuai suasana hatinya. Kalau dijelaskan secara ilmiah, berubahnya warna air danau diakibatkan oleh tingginya kadar belerang yang terkandung di dalamnya. Selain itu, faktor plankton juga berpengaruh terhadap perubahan warna air di Danau Linow. Tapi saya lebih memilih menikmati keindahan danau ini daripada memikirkan asal muasal kenapa airnya bisa berubah-ubah warna.

Danau Linow 5

Danau Linow juga merupakan rumah dari satwa endemik yang dikenal dengan nama burung Belibis. Selain itu, ada ribuan serangga yang penduduk setempat menyebutnya dengan Sayok atau Komo. Serangga ini unik, hidupnya di air, tapi punya sayap. Serangga ini juga biasa menjadi bahan makanan sehari-hari orang Manado, yang selain pandai bernyanyi, mereka juga jago mengolah makanan.

Danau Linow 2

Akhirnya, dua jam berlalu tanpa terasa, perut sudah terisi penuh dengan cemilan khas Danau Linow, yaitu pisang goreng dengan sambal terasi. Hati juga sudah terpuaskan setelah menikmati Danau Linow di siang hari. Suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar sungguh selalu membuat ingin kembali. Pemandangannya memanjakan mata dan meluluhkan hati. Pokoknya, Danau Linow is one of the best place to remember.

Danau Linow 3

Saat akan meninggalkan lokasi, saya sempat mengambil beberapa sisi Danau Linow. Dilihat dari sudut manapun, danau ini tetap terjaga keindahannya. Dan yang pasti, Danau Linow memberikan pengalaman yang akan saya ceritakan ke sahabat pecinta Indonesia yang belum sempat datang berkunjung ke tempat ini. Sekedar informasi tambahan, fasilitas pendukung di danau ini patut diacungi jempol. Toiletnya bersih, areal danau juga bersih dan terawat, kafenya bersih dengan cemilan yang enak. Petugasnya juga melayani dengan cekatan dan ramah. Pastinya sahabat pecinta Indonesia akan merasa nyaman bagai mendapatkan fasilitas dengan standar raja-raja. Buktikanlah sendiri.  Pelangi Warna dari Danau Linow

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments