Punthuk Setumbu Yogyakarta, Rela Bangun Pagi Demi Sunrisemu

Punthuk Setumbu Yogyakarta, Rela Bangun Pagi Demi Sunrisemu

Saya sungguhlah perempuan yang susah sekali bangun pagi sahabat inindonesiaku.com, kalau bukan karena terpaksa alias bangun pagi karena memang harus ngantor. Lagi liburan tapi masih juga dipaksa bangun pagi sungguhlah menyebalkan bukan??!!?? mau tidak mau, dipaksa teman, daripada tidur sendirian di hotel juga sih sampai akhirnya tak bisa menolak demi sebuah keindahan sunrise soooo jam 3.30 WIB pagi mata ini dipaksa terbuka merasakan nikmatnya udara bersih Yogyakarta untuk berlomba menangkap keunikan sunrise di Punthuk Setumbu yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh, di belakangnya komplek Candi Borobudur. Butuh 1 jam perjalanan menggunakan roda empat dari Dusun Ngebel RT. 03, Tamantirto, Kasihan, Kec. Bantul yang adalah tempat saya menginap ( Penginapan Omah Dusun Padi View ).

Hari itu hari minggu, saya rela bangun sangat pagi tapi tak disangka jam 4.30 WIB parkiran Punthuk Setumbu sudah ramai bahkan tidak sedikit turis asing asik berjalan menuju puncaknya bukit ini huuffhh saya pun kalah cepat jalannya. Selain dipaksa bangun pagi, dipaksa juga berjalan sehat kurang lebih 300 meter dari pos masuk menuju spot untuk menyaksikan sunrisenya yang aduhai.  Jalan setapaknya tertata rapi, kadang lurus datar, kadang turunan tapi lebih banyak sih anak tangga menanjak. Tak akan sia – sia jika berhasil sampai puncak di waktu yang tepat saat cuaca cerah karena moment munculnya Matahari atau sunrise nan cantik sudah pasti menyapa lembut semua pengunjung melalui pancaran sinar nya yang romantis hangat menyehatkan.

Jam 5 pagi, saya dan sahabat inindonesiaku.com lainnya sudah berdiri di puncaknya Punthuk Setumbu yang kala itu tidak terlalu padat, berbaur bersama pengunjung lainya, merasakan dinginnya udara subuh, terkagum memandangi indahnya warna corak awan sebelum sunrise daannn tetiba Matahari muncul tersipu malu  di sela – sela antara Gunung Merapi dan Merbabu,  tetapi yang mencuri perhatian adalah kecentilan si ujung bagian atas stupanya candi Borobudur yang beraninya hanya mengintip di antara pepohonan pegunungan berselimut kabut – kabut tipis. Saat Matahari tersenyum lebar maka pemandangan pegunungan hijau indah berseri di sekeliling puncak nya Punthuk Setumbu pun ikut tersenyum juga.

Senyum senang banyak terlihat di wajah – wajah samping kanan dan kiri saya, perasaan bahagia pagi ini tanpa sadar membuat bibir mengucap secuil janji manis dalam hati “saya tidak akan malas bangun pagi dehh dan untukmu Punthuk Setumbu Yogyakarta, Rela Bangun Pagi Demi Sunrisemu,  dan demi sunrise – sunrise lainnya di Indonesia.  Yogyakarta memang sungguh a place to remember.

by Ina_nty

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments