Saung Angklung Udjo, Mengenal Seni dan Budaya Sunda

Saung Angklung Udjo, Mengenal Seni dan Budaya Sunda

Ini kali kedua saya berkunjung ke Saung Angklung Udjo dan saya tidak pernah bosan untuk kembali datang ke tempat ini karena saya bisa melihat kesenian tradisional khususnya angklung yang dimainkan oleh anak-anak.  Kebetulan saya kedatangan seorang sahabat dari Perancis dan menyukai seni dan budaya Indonesia, jadi berkunjung ke Saung Angklung Udjo rasanya pilihan yang tepat.

Nama Saung Angklung Udjo sendiri sebenarnya sudah tidak asing lagi, barometer angklung di dunia kali kalo boleh dibilang.  Bagaimana tidak, permainan angklung dari Saung Angklung Udjo ini sudah mendunia, sering melakukan pentas seni angklung di berbagai negara bahkan tidak sedikit berkesempatan untuk perform dihadapan para tamu negara.  Saung Angklung Udjo ini didirikan tahun 1966 oleh seorang seniman sunda bernama Udjo Ngalagena beserta sang istri yang sangat concern dengan kesenian tradisional.  Beberapa tahun lampau sebagaimana kita tau angklung ini pernah diklaim sebagai kesenian tradisional negara tetangga namun pada tahun 2010 UNESCO menyatakan bahwa angklung merupakan kesenian warisan budaya asli Indonesia, so kita harus bangga dan terus menjaga dan melestarikannya ya sahabat.

Saung Angklung Udjo berlokasi di Jalan Padasuka No. 118 Cicaheum, lokasinya mudah dijangkau oleh kendaraan umum, kalo sahabat males jalan kaki, bisa juga naik ojek tapi saya ngga tau tarifnya berapa karena saya jalan kaki dari jalan raya.  Harga tiket untuk pertunjukan disini weekday adalah Rp 60.000,- untuk domestik dan Rp 100.000,- untuk turis mancanegara, sementara untuk weekend Rp 70.000,- untuk domestik dan Rp 110.000,- untuk turis mancanegara sudah termasuk free drink dan souvenir berupa kalung angklung.   Jadwal pertunjukan di Saung Angklung Udjo untuk yang regular performance setiap pukul 15.30 hingga pukul 17.00 tetapi jika sahabat membawa rombongan sebanyak 100 orang atau rombongan anak sekolah minimal 50 orang pertunjukkan bisa diselenggarakan lebih dari satu kali dengan catatan janjian dulu dengan pihak pengelola.

Selain tempat pertunjukan angklung, sahabat juga bisa berjalan-jalan dulu ke bagian belakang dari Saung Angklung Udjo ini, ada tempat atau bale yang biasa digunakan untuk pentas seni atau mungkin bisa juga untuk event lainnya, tempatnya nyaman banget, suasana yang asri ditemani angin semilir yang menyapa bisa membuat sahabat tertidur, serius.  Disisi lain dari halaman belakang terdapat tempat pembuatan angklung, jadi bisa melihat secara langsung pembuatannya.  Atau jika sahabat lelah ingin leyeh-leyeh, dibagian depan sebelah kiri terdapat cafe yang bisa dimanfaatkan untuk menunggu pentas dimulai.  Jika sahabat ingin mencari souvenir juga tidak perlu jauh-jauh karena disini ada juga toko souvenir yang menjual barang-barang khas Jawa Barat.

Pagelaran seni di Saung Angklung Udjo ini dibagi menjadi beberapa tahap mulai pertunjukkan wayang golek, upacara helaran, tari tradisional (tari topeng), permainan angklung mini, angklung orchestra masal dan arumba.  Selama kurang lebih 1,5 jam, pengunjung diperkenalkan dan dihibur dengan berbagai kesenian tradisional sunda.  Dan yang paling ditunggu-tunggu oleh saya dan semua pengunjung disini adalah permainan angklung yang melibatkan semua pengunjung dan menari bersama anak-anak dari Saung Angklung Udjo.  Sepertinya sahabat saya yang dari Perancis ini terkesan dengan pertunjukkan disini, sesekali saya mengintip dia merekam beberapa pertunjukkan tarian dan permainan angklung.  Dan dia juga sangat antusias memainkan angklung-nya.  Dipandu oleh pembawa acara yang sangat ramah dan handal membuat kami semua antusias memainkan angklungnya, tidak terkecuali sahabat bule saya ini.  Rasanya lima lagu yang kami mainkan terasa terlalu sedikit, masih ingin dan ingin lagi memainkannya.  Pertunjukkan ditutup dengan tarian dan nyanyian yang melibatkan pengunjung.  Kami diajak menari, bernyanyi mengikuti gerakan dan ritme musik yang dinyanyikan bersama anak-anak kecil tersebut, sungguh sangat menyenangkan.  Sahabat bule saya lalu berkomentar “Thank you for taking me here deasy, it was really fun…”

Nah sahabat, jika orang asing saja sangat mengagumi kesenian tradisional kita, mengapa kita tidak berusaha untuk lebih mencintainya dengan melestarikan dan menjaga kebudayaan kita sendiri.  Dan sangat menyenangkan melihat anak-anak yang sudah sejak kecil dididik untuk mencintai seni dan budaya tradisional.  Semoga ini budaya ini akan terus lestari dan tidak terbatas di Saung Angklung Udjo, Mengenal Seni dan Budaya Sunda…aamiin.

by Deasy Damayanti

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments