Tasak Telu dan Cipera, Citarasa Tanah Karo

Tasak Telu dan Cipera, Citarasa Tanah Karo – by @ika_bayang

tasak telu karoKuliner, hemmmm mendengar kata ini seperti sebuah magnet yang begitu kuat di dalam setiap jiwa orang Indonesia. Siapapun pasti akan sangat bersemangat ketika diajak untuk berdiskusi tentang makanan. Terlebih lebih lagi bagi para pelancong atau traveler dan khususnya sahabat inindonesiaku.com. Yang namanya mengunjugi sebuah tempat atau kota, kita pasti akan selalu menyempatkan diri untuk menikmati yang namanya kuliner khas dari kota yang kita singgahi.

Nah, kali ini Saya akan sedikit berbagi, tentang satu resep kuliner dari sebuah kota indah pemilik surga wisata di Sumatera Utara, tepatnya Kabupaten Karo. Karo?, mungkin sebagian dari sahabat inindonesiaku masih bertanya-tanya soal makhluk macam apakah Karo ini?  Karo merupakan salah satu suku yang ada di Sumatera Utara, bagian dari Suku Batak. Detilnya begini, setiap orang yang berasal dari Suku Batak memiliki marga berdasarkan klan darimana ia berasal.  Ada 6 klan, yaitu Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Pakpak, dan Batak Angola.  Jadi, singkatnya, kuliner yang paling enak dari kemampuan mengolah masakan orang Batak adalah Tasak Telu dan Cipera, Citarasa Tanah Karo.

1. Tasak Telu

tasak telu tanah karo tasak telu

Tasak Telu dalam bahasa Karo artinya masakan tiga jenis (walaah banyak amatt yaks) yaitu ayam buras (kampung), daun singkong, dan kelapa. Hati dan rempelo ayam di rebus kemudian di cincang kasar. Daun singkong rebus dan kelapa juga di cincang kasar. Bumbu-bumbu yg sudah ditumis (cabe rawit, sereh, andaliman, lengkuas, asam patikala dan daun jeruk), dicampurkan dengan 3 bahan utama, kemudian di beri sambal getah yakni sambal khas Karo dari cabe rawit, kincong dan andaliman (bumbu karo), dan jeruk nipis. Rasanya??? Hemmm pedes, gurih, asem, pait legit pengaruh rasa kincong, asam patikala dan andaliman.

2. Cipera

cipera

Cipera itu makanan yg terbuat dari tepung jagung atau kalo tidak ada tepung jagung, jagung muda yg masih utuh kita parut. Nah tepung jagungnya dicampur dengan santen kemudian diberi bumbu-bumbu khas karo (cabe rawit, sereh, andaliman, lengkuas, asam patikala, dan daun jeruk). Setelah mendapatkan kuah yang kental dari tepung jagung tadi, maka ditambahkan dengan potongan-potongan daging ayam kampung dan jamur merang. Terakhir diberi potongan-potongan tomat dan daun bawang. Voilaa jadilah cipera yang gurih dan lezaatt maknyuusss 

Sebenarnya masih banyak lagi jenis makanan khas dari tanah Karo yang ingin Saya bagikan ke sahabat inindonesiaku. Sambil Saya bernostalgia dengan citarasa kampung halaman, Saya persilakan sahabat inindonesiaku untuk mengingat dari mana asal kita dilahirkan, dan mensyukurinya lewat budaya makan-makan.  Tasak Telu dan Cipera, Citarasa Tanah Karo yang takkan terlupa.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments