Wisata Banyuwangi, Indahnya Kawah Ijen

Wisata Banyuwangi, Indahnya Kawah Ijen

Perlu waktu lama tuk berpikir saat sahabat mengajak mendaki gunung Ijen tuk menikmati indahnya kawah Ijen. “Pasti jalannya jauh, pasti nanjak, pasti dingin, pasti susah kalau mau buang air“ berbagai macam alasan sudah tersusun rapi di otak ini. Seorang sahabat inindonesiaku.com menyakinkan “ndaki Gunung Ijen gak perlu berkemah kok, cukup jalan santai 3 jam lah sampai puncak, aayukk“. Setelah mencari berbagai info akhirnya saya mantabkan hati untuk pergi menikmati indahnya kawah Ijen, Banyuwangi – Jawa Timur.

Gunung Ijen yang menjadi Ladang Rejeki Penambang Belerang ini merupakan gunung berapi yang masih aktif terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Untuk menikmati indahnya kawah Ijen saya mulai dengan menaiki kereta api jumat malam jam 19.00 WIB dari Stasiun Gambir, Jakarta ke Surabaya. Sabtu jam 6 pagi saya sudah sibuk mencari sarapan di stasiun Pasar Turi, Surabaya lalu lanjut ke Bondowoso menggunakan kendaraan roda empat dengan memilih rute perjalanan melalui Probolinggo agar bisa mampir makan di Rawon Nguling. Jam 3 sore saya tiba di rumah sahabat di Bondowoso, istirahat sejenak lalu jam 10 malam bersiap menuju Patulding, pintu gerbangnya Gunung Ijen. Tepat jam 00.00 Wib / 12 malam saya tiba di Patulding yang ternyata sudah ramai pengunjung. Biasanya saat tengah malam sudah dibolehkan mulai mendaki ke puncak Kawah Ijen untuk melihat keunikan si Api Biru / blue fire yang muncul antara jam 2 – 4 pagi tetapi jika hujan beda cerita, pintu gerbang dibuka saat kondisi di sekitar Kawah Ijen sudah aman.

Saat itu pendakian ke puncak Kawah Ijen dibuka jam 2 pagi & cuaca malam itu di parkiran Patulding dingin sekali, sahabat memilih nongkrong di warung kopi yang banyak betebaran di parkiran Patulding dan saya memilih tidur saja di mobil hahaha lumayan 2 jam ngumpulin tenaga.  Sebelum jam 2 pagi banyak pendaki sudah berdiri tepat di pintu masuk termasuk saya dan sahabat. Tepat jam 2 pagi pintu gerbang dibuka lalu ramai – ramai kami mulai berjalan mengikuti jalur yang sudah ada ditemani banyak bintang – bintang di angkasa aahhhh indah sekali.

Haduh ternyata jalanan demi menikmati indahnya Kawah Ijen sepanjang 3 km ini nanjak terus, terus dan terus, sedikit sekali jalan datarnya. 10 menit berlalu, 15 menit dan dalam 20 menit pun saya mulai ngos ngos san “maklum lah karena jarang olah raga”, 5 menit jalan, 2 menit istirahat, begitu terus sampai puncak hehehe. Pantas yaa kenapa mendaki Gunung Ijen dilakukan di tengah malam mungkin supaya tidak melihat jalanannya yang nanjak terus, hahaha bisa nyerah duluan deh. Akhirnya tepat jam 4 pagi saya dan sahabat tiba di Puncak Kawah Ijen dan masih ada sedikit sisa api biru / blue fire yang terlihat. Perjuangan belum berakhir, saya masih harus melawan dinginnya cuaca sampai mentari pagi muncul, jika duduk diam malah menggigil, berpelukan juga gak mempan, rasa dingin masih menembus 2 jaket yang saya pakai, baiklah saya pilih jalan bolak balik saja di puncak Kawah Ijen.

Tak terasa perlahan sinar mentari mulai mengintip, indahnya Kawah Ijen mulai terlihat, cuaca dingin tetap tinggal tetapi sinar mentari memberikan sedikit kehangatan, wow wow wow minggu pagi yang luar biasa mempesona, menatap indahnya Kawah Ijen. Lihat ke kanan, kiri, depan, belakang, semua indah. Banyak pengunjung yang turun mendekati bibir Kawah Ijen tapi apalah daya kaki ini tak sanggup meraihnya, cukup puaslah memandang  Indahnya kawah Ijen, Banyuwangi – Jawa Timur dari atas saja.

Hati tak sanggup meninggalkan indahnya Kawah Ijen, ‘hanya mendaki 3 km ini lah kuat kok, 2 jam doank, pastilah saya mengunjungi mu lagi Jen (Gn Ijen), jangan berubah yaa Jen, tetap seperti ini cantik alami tanpa polesan, gak pernah membosankan.  Lain kali saya akan turun ke bibir Kawah yaa Jen‘ gumamku dalam hati. Jam 7 pagi saya dan sahabat berjalan turun meninggalkan indahnya Kawah Ijen dan tiba di parkiran jam 08.30. Ternyata pemandangan sepanjang jalur pendakiannya pun tak kalah cantik bahkan sempet bertemu segerombolan monyet besar, Wisata Banyuwangi, Indahnya Kawah Ijen pokoknya sungguh a place to remember.

  • Tiket masuk ke Kawah Ijen @Rp.10.000 ( April 2017 )
  • Untuk yang tidak kuat mendaki, ada taxi Gunung Ijen berupa ojek dorong (pakai gerobak) tapi tarifnya lumayan mahal, jika mendaki per orang bisa kena Rp.600.000 – Rp.800.000 (di tawar), jika turun lebih murah antara Rp.100.000 – Rp.200.000 dari Puncak bahkan jika sudah di pertengahan jalan ada yang menawarkan hanya seharga Rp. 50.000 saja

 By Ina_nty

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments