Wisata Belitung, Menapaki Pulau Demi Pulau

Wisata Belitung, Menapaki Pulau Demi Pulau

Disambut Sang Surya di Waktu Senja saat datang,  saatnya mulai menjelajah pulau-pulau di Belitong ini.  Pulau Burung, sebuah pulau dengan batu granite besar yag berbentuk seperti kepala burung. Di pulau ini terdapat bebatuan granite yang menyerupai burung yang sedang mengerami telur. Jika air laut surut kita dapat menikmati telaga yang ada di pulau itu dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan ke pulau ini kita tidak hanya disuguhkan laut biru saja, namun juga melihat perairan Laut China Selatan yang sangat menarik.

Pulau Lengkuas, sebuah pulau yang merupakan sasaran utama para pengunjung Belitung. Kenapa sebagai sasaran utama? Karena, di pulau inilah letaknya mercusuar sebagai mascotnya Belitung. Katanya sih belum ke Belitung kalau belum ke tempat ini. Dari beberapa survey di Internet dan begitu pula dengan kata beberapa orang yang saya temui disana. Di sekitaran pulau ini terdapat banyak batu-batu granite. Sebuah mercusuar tua itu dibangun oleh pemerintah colonial Belanda pada tahun 1882. Walaupun usianya sudah sangat tua tapi mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai rambu lalu lintas kapal yang keluar masuk ke Pulau Belitung. Tingginya kurang lebih 50 meter. Pulau ini sangat menarik bagi saya. Bukan karena mercusuarnya tapi karena disana saya bisa menyaksikan keindahan dasar laut dengan ikan ikan berenang didalamnya. Namun sayang, terumbu karang bawah laut nya sudah rusak. Konon katanya, disebabkan oleh pencarian ikan dengan bom dan potassium. Info ini saya dapat dari nelayan lokal setempat. Sangat disayangkan alam bawah laut yang tidak dijaga oleh masyarakat setempat dan para pencuri ikan di wilayah Indonesia.

Pulau terakhir yang cukup dikenal di kalangan traveler yakni, Pulau Batu Berlayar. Lagi dan lagi pulau ini juga identik dengan batu granite yang besar dan tinggi. Senangnya saya di pulau ini karena waktu saya mandi saya bertemu dengan beberapa bintang laut. Keunikan dari pulau ini adalah tidak ada satupun tumbuhan yang hidup disana. Selain itu ada 2 batu granite utama yang berukuran cukup besar dan berbentuk layaknya “layar” dengan pulau berpasir putih sebagai kapalnya. Mungkin karena inilah kenapa pulau ini disebut pulau berlayar.

Oh iya, ada satu tempat wisata di Belitung Barat yang saya dengar menarik untuk dikunjungi namanya Danau Kaolin. Danau ini merupakan salah satu daya tarik wisata yang wajib dikunjungi, kata mbah google sihh. Tapi setelah saya kunjungi memang benar danau ini menarik untuk dikunjungi. Tempat yang sangat instagramable menurut saya. Danau Kaolin merupakan kawasan bekas galian tambang mineral kaolin. Kaolin ini salah satu kekayaan hasil tambang dari bumi Belitung. Hasil tambang kaolin ini akan dikirim ke luar pulau untuk bahan baku pabrik dan kosmetik. Danau kaolin terletak dekat dengan bandara, hanya 15 menit dari bandara.

Bukan hanya kopi dan pantainya yang menarik di Belitung. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kulinernya membuat trip kali ini sempurna. Untuk kuliner, Belitung terkenal dengan seafoodnya. Salah satu tempat makan favorit saya, Rumah Makan Belitong Tempo Duluk. Di tempat ini saya mencoba soup ikan gangan. Gangan merupakan soup ikan ala Belitung dengan penampilan kuahnya yang berwarna kuning yang didapat dari warna alami kunyit. Soup ini identik dengan buah nanas yang memberi tambahan sensasi segar dan asam. Waktu itu saya mencoba tradisi khas Bangka Belitung yakni makan bersama dalam satu dulang. Dimana di satu dulang berisi makanan untuk 2 hingga 4 orang. Isi dulang, ada lalapan, pepes ikan, sup ikan gangan, ayam ketumbar, oseng oseng dan sambal. Singgah di rumah makan Tempo Duluk mampu membawa kita para konsumen untuk menyelami kehidupan masyarakat Bangka Belitung pada masa lalu sekaligus mencicipi kelezatan masakan khas Bangka Belitung. Rumah makan ini beralamat di jalan Lettu Mad Daud, di kota Tanjung Pandan, Belitung Timur.

Satu lagi tempat angkringan favorit saya selama di Belitung, Angkringan Mas Gembul. Angkringan para anak muda Belitung dengan harga yang murah dan merakyat. Angkirangan ini letaknya di jalan Gegedek, Tanjung Pandan sebelah siburik. Menyuguhkan menu yang lumayan lengkap pilihan angkringannya. Beberapa menu yang saya temui disana seperti nasi uduk, nasi bakar, ayam goreng, cumi, kerang, siomay, kepiting (langsung digoreng dan dibakar di tempat), dll. Saat itu saya mengambil sate kerang, siomay, kepiting, ayam dan nasi uduk dengan sambal super pedas. Saya dan teman-teman menikmati makanan sambil mengobrol di tepi jalan.

Begitulah sedikit cerita tentang alam, kopi dan kuliner Laskar Pelangi. Sebuah perjalanan yang selalu memberi warna dan makna. Sebuah perjalanan yang membuat saya semakin mencintai Kopi Indonesia. Satu kalimat yang saya peroleh dalam perjalanan, “nikmatilah setiap perjalanan hidup seperti kita menikmati setiap tegukan kopi”.  Wisata Belitung, Menapaki Pulau Demi Pulau a place to remember.

by Novi Ani

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments