Wisata Blitar, Melongok Keberadaan Makam Bung Karno

Wisata Blitar, Melongok Keberadaan Makam Bung Karno

Seperti yang sudah pernah diceritakan beberapa waktu lalu dalam itinerary 2 hari di Blitar, kali ini saya mau sedikit bercerita mengenai keberadaan makam Bung Karno di Blitar. Orang bilang, katanya tidak sah kalo ke Blitar tapi tidak mengunjungi makam beliau. Selain terkenal dengan lokasi dimana sang proklamator dimakamkan, Blitar juga terkenal sebagai daerah asal dari salah satu pejuang Indonesia pada jaman penjajahan Jepang, yaitu Supriyadi.  Iya, jika mengingat kata Blitar, pikiran saya langsung tertuju pada dua pahlawan Indonesia ini. Namun kali ini yang akan saya ceritakan adalah makam sang proklamator.

Lokasi makam Bung Karno masih termasuk daerah kota, tepatnya di jalan Candi Surawana Bendogerit, Sananwetan kota Blitar, Jawa Timur.  Makam Bung Karno menjadi salah satu icon wisata kota Blitar. Karenanya, tidak heran setiap hari khususnya pada saat akhir pekan, makam ini banyak dikunjungi wisatawan maupun peziarah. Konon katanya, lokasi ini akan sangat ramai pada saat menjelang peringatan hari kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.

Jalur menuju ke makam ini tidaklah sulit, karena letaknya masih termasuk di dalam Kota. Lokasinya bisa dijangkau oleh becak. Jika bukan musim ramai, kisaran tarif becak antara Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Namun tarif tersebut bisa melejit jika sedang musim ramai.

Jika sahabat menggunakan kendaraan pribadi, tempat parkir di areal makam Bung Karno cukup luas untuk menampung Bus besar maupun kendaraan kecil. Jangan heran pula ketika sahabat turun dari kendaraan, nanti sahabat akan ditawari bunga rampai yang umumnya dipakai untuk berziarah. Harga bunga rampai yang ditawarkan beragam, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per bungkusnnya. Tapi jika sahabat tidak berminat pun tidak masalah, tidak usah dibeli.

Memasuki areal pemakaman, bangunan pertama yang akan dilewati adalah perpustakaan Bung Karno. Tempat ini menyajikan koleksi sejarah kepemimpinan Sang Proklamator yang ditata secara rapi.  Di samping pintu masuk ada ringkasan cerita singkat riwayat sang proklamator.  Memasuki ke bagian dalam areal pemakaman, sahabat akan menemukan taman dengan kolam ikan yang dibuat memanjang dengan pilar-pilar menawan pada sisi kiri dan kanan. Kemudian sebelum memasuki areal makam, sahabat harus menaiki anak tangga yang cukup banyak dan lumayan tinggi. Disana, sahabat diharuskan mengisi buku tamu kemudian membayar “seikhlasnya” baru setelah itu sahabat bisa memasuki areal utama, makam Bung Karno.

Gapura masuk makam dibuat dengan sangat kokoh, kalo menurut saya sama seperti ketika mengunjungi makam Raden Wijaya di Mojokerto. Mungkin ciri khas bangunan bersejarah di tanah Jawa memang demikian. Sementara itu, bangunan yang menaungi makam dibuat bergaya Joglo, ciri khas rumah Jawa.

Di dalam areal pemakaman terdiri dari tiga bangunan utama dan sebuah taman, yaitu bangunan makam, mushola, satu bangunan disebelah kanan yang diperuntukan untuk menyimpan cerita-cerita sejarah sang proklamator, dan dibagian belakang makam terdapat taman.  Di dekat pusara Bung Karno, terdapat sebuah batu pualam besar berwarna hitam.

Sayangnya, ketika saya kesana tidak bisa mendekat karena sedang banyak pengunjung yang berziarah. Saya hanya ikutan nimbrung berdoa sebentar, kemudian berkeliling ke areal makam. Sepertinya taman yang dibuat dibelakang makam untuk membuat adem suasana (menurut saya sih hehe).

Oya, untuk bisa keluar dari areal pemakaman ini, sahabat harus berjalan memutar melalui areal belakang makam. Nah, sepanjang jalan keluar ini sahabat akan menemukan banyak pedagang oleh-oleh khas Blitar. Jalan keluar dibuat memutar dan berjarak lumayan agak jauh, yaaa mirip kalo kita keluar dari areal candi Borobudur dan Candi Prambanan.  Souvenir yang dijual beragam, harga? Sudah dipastikan sangat terjangkau bahkan bisa membuat sahabat tercengang.

Nah, jadi jika sahabat berkunjung ke Blitar, jangan lupa untuk mampir dan berziarah ke makam Bung Karno ya…salam, Merdeka!!!  Wisata Blitar, Melongok Keberadaan Makam Bung Karno a place to remember.

by Deasy

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments