Wisata Bromo (Part 3), Larung Kasodo – Upacara Pengorbanan Suku Tengger

Wisata Bromo (Part 3), Larung Kasodo – Upacara Pengorbanan Suku Tengger  – by Nani Suhanda

Setelah meyimak Pesona Matahari Terbit pada Part 1 dan Bentang Alam Gunung Berapi pada part 2, pada part 3 ini sahabat inindonesiaku.com akan diajak untuk mengenal Upacara Larung Kasodo.  Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo merupakan gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal empat belas atau lima belas di bulan Kasodo atau ke-sepuluh menurut penanggalan Jawa.

Wisata Bromo 1.1

Legenda ini berawal pada zaman Kerajaan Majapahit, tersebutlah Raja Joko Seger dan Ratu Roro Anteng leluhur Tengger pertama, masih belum memiliki keturunan selama mereka bersama. Menurut kepercayaan, hanya dewa di Bromo yang dapat membantu mereka melahirkan anak yang sangat didambakan. Melalui ritual khusus dan kesungguhan hati memohon pada Sang Hyang Widhi, Dewa Bromo mengizinkan Joko Seger dan Roro Anteng dengan syarat paling berat, yaitu anak bungsu mereka harus dikorbankan di kawah Bromo.  Waktu berjalan, keluarga ini tumbuh menjadi bahagia dan punya banyak anak. Hingga pada akhirnya raja dan ratu-pun memiliki 25 orang anak. Tiba saatnya sang anak bungsu harus dikorbankan, sang ratu tidak rela, siapa yang tega menceburkan anak sendiri ke kawah Bromo yang dalam dan penuh asap panas itu. Roro Anteng sungguh-sungguh tidak mengizinkan sang anak dikorbankan. Drama antara pergolakan bathin dan menepati janji menjadi bahasan yang sulit di keluarga ini, semua anggota keluarga tak mampu salah satu mereka harus pergi meninggalkan rumah dan menebus kewajiban orang tuanya kepada sang dewa Bromo. Tapi ternyata, sang anak terakhir punya sifat ksatria turunan ayah-ibunya, dengan gagah berani menyatakan bersedia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kerajaan dan keluarganya dari kehancuran. Hal inilah yang menyebabkan ada tradisi Upacara kasada di Bromo.  Wisata Bromo (Part 3), Larung Kasodo – Upacara Pengorbanan Suku Tengger.

Merujuk dari cerita yang tersebar secara turun menurun ini, masyarakat Tengger rutin dan secara sukarela memberikan hasil buminya berupa sayuran, ayam, maupun uang ke kawah Bromo, semata-mata sebagai pengorbanan, karena mereka percaya hal tersebut akan mampu menolak bencana, seperti sang anak raja yang dengan rendah hati mau menyerahkan dirinya demi kepentingan orang banyak, untuk saat itu dan masa mendatang. Wisata Bromo (Part 3), Larung Kasodo – Upacara Pengorbanan Suku Tengger, A place to remember.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments