Wisata Garut, Penutup yang Mempesona

Wisata Garut, Penutup yang Mempesona

Setelah seharian menjelajah Garut pada hari pertama, Perjalan saya dan sahabat inindonesiaku.com kembali berlanjut, Esok harinya, sesudah sholat subuh kami sudah bersiap untuk berburu sunrise di Puncak Guha.  Iya, ditempat ini kita bisa mendapatkan dua view sekaligus, sunset dan sunrise.  Diiringi dengan deburan ombak akhirnya sang penguasa siang hari muncul, semburat lembayungnya memancarkan cahaya yang sangat luar biasa…lagi, saya mengabadikan momen itu.  Setelah mendapatkan foto-foto sunrise, kami kembali ke penginapan dan bersiap-siap untuk cek out dan melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya.

Garut 1

Garut 3

Tujuan pantai hari ini adalah pantai Santolo.  Sepanjang perjalanan menuju ke pantai santolo, kita disuguhi pemandangan pantai yang sangat luar biasa, jika biasanya kita melihat pantai yang identik dengan pohon-pohon kelapa, disini kami menemukan pantai yang berdampingan dengan sawah, pemandangan yang tidak lazim.   Ditengah perjalanan kami kembali berhenti didaerah Karang Tepas.  Mungkin diantara sahabat idc ada yang masih ingat ikon salah satu tv swasta kita, nah disinilah lokasi syuting iklan itu.  Lalu kami beracting seperti layaknya ibu-ibu yang ada di iklan itu.  Wisata Garut, Penutup yang Mempesona.

Lepas dari Karang Tepas, kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Santolo.  Disini ombak pantainya lebih bersahabat dan bisa melakukan aktivitas air, ada permainan banana boat dan jet ski yang bisa dicoba disini.  Di kawasan pantai santolo ini, fasilitas umum dan rumah makan banyak disekitaran pantai, tinggal pilih dan sepertinya tempat lebih recommended ketimbang di pantai rancabuaya, penginapan pun banyak.  Untuk menuju pantai santolo, dari parkiran kita harus menaiki perahu untuk menyebrang, sebenarnya tidak jauh mungkin hanya memakan waktu 5 menit tetapi sungai yang dilewati kayanya cukup dalam sehingga kami harus menyebrang sungai dan membayar Rp 5.000,- untuk pulang-pergi.

Garut 6

Garut 7

Kalo diantara sahabat idc ada yang pernah mengunjungi pantai di Ujung Genteng, pantai santolo ini karakteristiknya hampir mirip dengan pantai Ujung Genteng, jika pagi hari hingga sore air surut dan kita bisa bermain air hingga agak beberapa meter ketengah tetapi tetap harus waspada karena selain kemungkinan ada binatang laut yang berbahaya yang tidak sengaja terinjak, arus lautnya juga harus diwaspadai, intinya adalah tetap berhati-hati.

Setelah puas bermain di pantai ini, kami bergegas pulang karena kami akan melalui jalur pulang yang lain dan katanya berbahaya jika melewati jalur ini malam hari, menurut salah satu teman trip pada saat maghrib diusahakan kami sudah sampai didaerah yang agak kota.  Rute pulang kami kali ini tidak seperti ketika kami datang, selain jalanan yang tidak semulus yang kami lalui kemarin, medan jalannya pun lebih ekstrim, terlebih lagi ketika melewati daerah Cidaun, Cianjur Selatan.  Kondisi jalan sangat bagus, mulus dan tidak banyak dilalui orang tetapi lebar jalan sangat sempit, dibeberapa titik tertentu hanya cukup untuk satu mobil saja dan kalau kebetulan berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan salah satu harus mundur mengalah.  Nah, mundur ini bukan perkara mudah karena jalanan yang berkelok dan dikiri kanan jalan adalah jurang yang sangat dalam, ngeri deh.  Saya sempat bergumam, kenapa sih lewat rute ini, ngga mau lagi deh lewat jalan ini, ngeri, takut udah campur-campur.  Dan mengertilah saya kenapa jika melalui jalan ini tidak disarankan pada saat malam karena selain tidak ada penerangan lampu jalan sama sekali, hanya lampu kendaraan kita serta medan yang cukup ekstrim, maka sangat berbahaya untuk dilalui.  Ketika lepas dari medan jalan yang ekstrim, kami beristirahat sejenak di warung yang lokasinya agak dipuncak dan setau saya ini warung satu-satunya disekitar situ, kami menyantap beberapa potong gorengan yang tersedia diwarung itu ditambah segelas air teh panas dan kalo boleh saya bilang, gorengannya enak-enak tapi harganya udah keimbas harga kota hehe….

Sebenarnya alasan teman saya mengajak melewati jalur ini adalah ingin memperlihatkan bahwa didaerah sekitaran Naringgul (daerah Cianjur Selatan) kita bisa melihat air terjun seribu, kenapa disebut air terjun seribu karena sepanjang perjalanan yang dikiri dan kanannya adalah bukit terdapat beberapa titik air terjun kecil dan jumlahnya banyak (bukan karena air terjunnya ada seribu hehe), ada juga air terjun yang lokasinya dipinggir jalan raya yang kami lewati, sayangnya ketika kami kesana kemarin cuaca sudah memasuki musim kemarau, sehingga air terjun yang keluar tidak banyak…waaah sayang ya, waktunya tidak tepat.

Memasuki daerah areal perkebunan teh Rancabali Ciwidey, kami melewati jalanan berkelok-kelok yang sering disebut kelokan seribu (naaah…. bukan hanya di sumatera barat aja kan?!).  Lagi, sebutan kelokan seribu ini karena medan jalan yang berkelok-kelok beberapa kali sebelum akhirnya jalan lurus.  Sayangnya, kami melewati kelokan seribu ini sudah menjelang maghrib, jadi pemandangan sekitaran perkebunan tehnya tidak bisa dinikmati karena tertutup kabut tebal yang turun padahal sepertinya sangat indah.

Garut 8

Garut 4

Menjelang maghrib kami tiba melewati perkebunan teh di Rancabali Ciwidey, kekhawatiran akan jalanan yang ekstrim sudah hilang karena sudah terlihat rumah-rumah penduduk.  Sungguh pengalaman baru yang sangat luar biasa buat saya, tidak lagi hanya mendengar kata orang tetapi mengalami sendiri melewati jalur ekstrim Cidaun yang sering diceritakan orang dan kalau dikasih kesempatan lagi, saya memilih lewat jalur kota aja deh ngga lewat sini…ngeri

Sebenarnya masih banyak pantai disepanjang garut selatan ini selain yang kami kunjungi kemarin, ada pantai geder, pantai cidora, pantai karang tepas, pantai sayang heulang dan pantai-pantai lainnya (lupa namanya…hehe) namun waktu yang kurang mencukupi jadi kami hanya mengunjungi beberapa pantai saja, mungkin lain waktu jika diberi kesempatan, kami akan mengunjungi pantai-pantai lainnya disepanjang garut selatan ini. Wisata Garut, Penutup yang Mempesona, a place to remember.

by Deasy Damayanti

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments