Wisata Indramayu – Berwisata Sungai, Hutan Mangrove, dan Pantai Karangsong dalam Satu Waktu

Wisata Indramayu – Berwisata Sungai, Hutan Mangrove, dan Pantai Karangsong dalam Satu Waktu

Libur panjang sudah di depan mata nih, bagi Sahabat inindonesiaku.com yang kebetulan lewat jalur pantura atau memang sedang mudik ke wilayah Indramayu dan sekitarnya, Hutan Mangrove Karangsong mungkin bisa jadi salah satu alternatif menghabiskan masa liburan yang cukup panjang.  Hutan Mangrove yang berada di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu ini merupakan program CSR Pertamina RU VI Balongan dimana mulai pengerjaan tahun 2010 hingga 2014 dan saat ini dikelola oleh masyarakat lokal melalui kelompok Tani Lestari.

Berangkat dari Cirebon kurang lebih 2 jam perjalanan darat kami sudah sampai di pelataran parkir Pantai Karangsong.  Setelah semua bawaan siap, kami menuju ke loket untuk pembelian tiket.  Tiket untuk menyebrang dan masuk ke hutan mangrove Karangsong per orang adalah Rp. 15.000.  Tiket sudah di tangan saatnya kami mengantri perahu yang akan membawa kami menyusuri sungai menuju hutan mangrove.  Perahu yang digunakan adalah perahu nelayan dengan kapasitas 15-20 orang, siap-siap cari posisi yang strategis untuk menikmati sungai dan mengambil foto di spot-spot yang keren.  Hanya 5-10 menit perjalanan sungai kami sudah sampai di dermaga kawasan hutan mangrove, singkat sekali padahal menyusuri sungai ini menyenangkan, ditemani riak air dan hembusan angin dengan kanan kiri mangrove membuat kita berada di “dunia lain”.

Perahu merapat dan seluruh penumpang berhamburan keluar, digantikan dengan penumpang baru yang akan pulang.  Disini kami melihat peta kawasan agrowisata mangrove terlebih dahulu, ternyata cukup panjang juga perjalanan.  Berdasarkan informasi yang didapat trek jembatan kayu yang akan kami lewati sepanjang kurang lebih 1.200 meter, melingkar, masuk ke hutan mangrove, hamparan pantai, lalu masuk kembali ke hutan mangrove.  Informasi sudah didapat, saatnya mulai menyusuri hutan mangrove.  Kanan kiri dan sejauh mata memandang mangrove, trek jembatan kayu, hati-hati jika membawa anak kecil, karena sisi kanan dan kiri tidak ada penghalang sehingga rawan untuk terjatuh.  Nikmati setiap langkahnya, kalo lelah jangan khawatir karena di beberapa sudut disediakan kursi-kursi yang dapat digunakan untuk beristirahat sambil menikmati sekitar, bagi para model bersiaplah karena hutan ini bisa menjadi spot menarik untuk berfoto-foto, haha.  Disini juga kita mendapatkan informasi mengenai flora fauna yang ada di kawasan hutan mangrove karena di beberapa sudut jembatan kayu terdapat meja-meja berisi tulisan informasi.

15-20 menit perjalanan di dalam hutan mangrove kami telah keluar menuju pantai, ini perjalanan benar-benar untuk berjalan saja, kalo dibarengi dengan foto-foto narsis mungkin bisa mencapai 30-40 menit.  Maklum jalan bareng bersama orangtua menyebabkan para putra putrinya tidak leluasa berfoto, baru foto-foto sebentar sudah dipanggil-panggil untuk segera melanjutkan perjalanan, hahaha.  Hutan mangrove sudah dinikmati, saatnya beranjak menuju bibir pantai, deburan ombak yang melambai-lambai sangat menggoda untuk disentuh menyebabkan kami tidak berlama-lama sudah berada di sekitaran ombak.  Bermain-main dan mandi-mandi sebentar kembali kami sudah dipanggil untuk segera mandi bersih, aaaahhhhh Mamah kan baru sebentar, itulah protes kami.  Tapi daripada kualat akhirnya kami menurut, mandi bersih dan sebelum kembali masuk hutan mangrove untuk pulang kami sempatkan untuk naek ke gardu pandang dulu.

Dari gardu pandang ini kita dapat melihat hamparan hutan mangrove di sisi belakang dan hamparan laut di sisi depannya, Masya Allah indahnya, ditemani semilirnya angin menyebabkan kami betah berlama-lama disini sebelum ada panggilan lagi.  Tapi kali ini tidak ada panggilan dari orangtua kami, karena mereka telah terlebih dahulu pulang menyusuri hutan mangrove dan katanya menunggu di dermaga kawasan hutan.  Dirasa cukup menikmati pemandangan dari atas gardu dan kasian juga jika orangtua kami terlalu lama menunggu, akhirnya kami memutuskan turun dan mulai kembali masuk kawasan hutan mangrove.

Gardu Pandang

Pemandangan belakang gardu

Pemandangan depan gardu

Perjalanan pulang menyusuri hutan mangrove ternyata lebih singkat dibandingkan berangkatnya tadi, hanya 10-15 menit saja.  Di tengah perjalanan kami melihat tempat untuk pembibitan pohon mangrove, ooo ternyata seperti ini pohon mangrove dalam versi kecilnya, imut dan lucu sama seperti bibit pohon pada umumnya.  Sesampainya di dermaga segera kami menaiki perahu yang telah ngetem disitu untuk kembali ke dermaga pemberangkatan.  Hanya 5 menit kami sudah sampai di dermaga pemberangkatan, dan menuju parkiran untuk beres-beres.  Bagi sahabat yang di pantai tadi belum sempat mandi bersih jangan khawatir, karena warung-warung di sekitar parkiran sini menyediakan kamar mandi untuk bilas, lebih banyak pilihan dan bisa puas bersih-bersih tentunya.  Puasnya perjalanan kali ini bisa menikmati sungai, hutan mangrove, dan pantai secara bersamaan, serta yang tidak kalah penting wisata ini merupakan wisata edukasi, kita dapat banyak informasi mengenai flora dan fauna yang ada di kawasan hutan mangrove.  Wisata Indramayu – Berwisata Sungai, Hutan Mangrove, dan Pantai Karangsong dalam Satu Waktu, a place to remember.

By Ibhek

Tempat pembibitan mangrove

Dermaga di kawasan hutan mangrove

Incoming search terms:

  • Parkiran karang song

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments