Wisata Sulawesi Selatan, Menikmati 16,5 Jam di Kota Makassar dan Maros

Wisata Sulawesi Selatan, Menikmati 16,5 Jam di Kota Makassar dan Maros

Itenerary telah di buat, waktu telah di tentukan, tiket pesawat menuju kota Makassar pun saya beli. Trip yang sudah sangat saya tunggu – tunggu karena ingin sekali kaki ini berpijak di beberapa kepingan surga yang terdampar di Sulawesi Selatan.  Bersama 2 orang sahabat inindonesiaku.com dari Jakarta ( Jeany dan Robin ) dan seorang sahabat yang memang menetap di Makassar ( Budhy ) akhirnya kami menikmati banyak moment lucu seru penuh kenangan di sepanjang waktu yang kami lalui.

Begini cara kami menikmati kota Makassar dan Maros

Day 1 : Kamis, 28 Mei 2015

Bandar Udara Sultan Hasanuddin – Makan Sop Sodara – Karebosi – Monumen Mandala – Night view di Metro Tanjung Bunga -  Pantai Losari – Makan Pisang Epe – Makan Mie Titi ( 8 tempat dalam 4.5 Jam, start jam 19.00 – 23.30 )

Kami pilih penerbangan jam 14.50 WIB take off dari Jakarta dan tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar jam 18.15 WITA. Jam 19.00 kami bertemu Budhy yang sudah menunggu dengan senyum manisnya di Bandara Makassar, tentu saja kuliner langsung melintas di otak kami sesaat tiba di Makassar. Jam 19.45 kami sampai di Jl. Irian untuk bersantap malam Sop Sodara, salah satu dari sekian buuaaannyaakkknya kuliner khas yang disuguhkan Kota Makassar sooo makan-nya jangan banyak – banyak klo perlu sepiring berdua coz masih mau lanjut kuliner lagi hahaha. Jam 20.15 berhentilah sebentar di Karebosi, semacam stadion tempat berolah raga, katanya klo ke Makassar wajib poto di Karebosi nihh lalu lanjut lagi menuju Monumen Mandala yang jaraknya cukup dekat dengan Karebosi dan tetap donk berpoto dengan background Monumennya.

Mobil melaju ke Trans Studio Mall tapi cukup melewati saja alias tidak mampir hhmm mungkin next time deh yaa, tidak jauh dari mall ada spot poto night view yang cukup mempesona, nama daerah nya  Metro Tanjung Bunga, warna warni lampu – lampu di sekitar Pantai Losari terlihat indah dari sini. Jam 21.40 saatnya jalan – jalan malam di Pantai Losari ehhh ternyata ramai, menikmati Pisang Epe (Rp.10.000/Porsi) lalu bercanda sebentar daaaann makan lagi deh dengan menu Mie Titi yang lokasi nya hanya butuh 5 menit berjalan kaki dari lokasi Pisang Epe. Perut sudah terisi penuh tanpa tersisa ruang kosong, jam 23.30 Budhy menurunkan kami di “Makassar Guest House”, hotel yang cukup nyaman, di lobby nya terdapat cafe berhiaskan interior menarik, kamar tidurnya pun lumayan lega/tidak sempit pas deh tuk 3 orang, lokasinya 5 menit berkendara dari Mall Panakukang. Hanya 4.5 jam di Makassar tapi kamera sudah meng-capture ratusan moment dan otak ini penuh dengan cerita baru, cerita tentang masih banyaknya makanan enak yang belum sempat disantap hehehe.

Day 2 : Jumat, 29 Mei 2015

Makan Gogos & Biapong di Pasar Baru – Rammang Rammang Maros – Air Terjun Bantimurung – Makan Mie Ayam Tore Jl. Sangir – Benteng Port Rotterdam – Makan Pisang Ijo di Pantai Losari – Makan Jalang Kote / pastel Lasinrang – Sunset di Pantai Akkarena ( 8 tempat dalam 12 jam, start jam 07.00 – 19.00 )

 Jam 07.00 pagi semua muka tersenyum segar menghirup udara paginya jalanan kota Makassar. Jajanan Gogos dan Biapong di Pasar Baru (harga @Rp.5.000) dekat benteng Rotterdam menjadi pilihan menu breakfast karena tidak sempat sarapan di hotel hhehhee check out nya kepagian. Pagi ini rutenya menuju Rammang Rammang di Kabupaten Maros. Jam 08.30 penampakkan Dermaga Rammang Rammang sudah terlihat di depan mata, keasyikan tempat ini adalah menaiki perahu kecil model sampan (sewa perahu Rp. 250.000/perahu di isi mak.5 org “4 penumpang+1 pengemudi”)  selama 20 menit menyusuri sungai yang tidak terlalu besar di apit barisan rapi si pohon bakau di temani pemandangan keren gugusan pegunungan batu (karst) sebelum akhirnya tiba di desa Berua dan jalan kaki mengelilingi sawah hijau yang dijaga mesra oleh keindahan gugusan karst yang konon katanya merupakan pegunungan karst terbesar kedua di dunia. Sulit sekali mengungkapkan keindahan tempat ini pokoknyaa luarrr biasaaa indahhhhh. Dengan sedih jam 10.55 kami berpisah dengan indahnya Karst tersebut demi bertemu pujaan hati lainnya yaitu Air Terjun Bantimurung. Jam 11.45 kami masuki pekarangan Bantimurung (tiket masuk Rp. 25.000/org domestik) yang juga terkenal dengan taman kupu – kupu nya. Jalan menuju air terjun ini tidak jauh dari pos masuknya, rutenya pun datar saja jadi tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Kucuran air bening jernih yang mengalir cukup deras diapit rindangnya pepohonan sekitar membuat kedua mata tertegun kaku, mulut pun bingung berkata apa untuk memuji keindahan si Bantimurung. Bermain basah – basahan adalah cara kami menikmati pesona Bantimurung.

Jam 12.45 perut lapar dan kami kembali ke kota Makassar. Jam 14.00 kami makan Mie Ayam Tore di Jl. Sangir heumm tapi maaf yang kami makan ini mie blablabla aka gak halal alias mie babi hehehe karena kebetulan kami berempat beragama Nasrani tapi jangan kuatir di sini tersedia mie halal dengan rasa nikmat. Tujuan selanjutnya merupakan salah satu icon nya Kota Makassar yaitu Benteng Port Rotterdam, situs sejarahnya Kota Makassar. Bukti sahabat telah menginjakkan kaki di kota Makassar adalah wajib pamer foto ber background tulisan “Rotterdam” hehehe tentu saja saya juga berkali – kali berpose di sini. Jam 16.00 tandanya sore telah menyapa saatnya memanjakan lidah lagi, Pisang Ijo di Pantai Losari (Rp. 10.000/porsi) sudah menunggu, setelah pisang Ijo kami habiskan kami sempatkan juga membeli Jalang Kote / Pastel Lasinrang yang terkenal itu, lengkap sudah cemilan sore ini sebagai tambahan tenaga demi mengejar sunset di Pantai Akkarena. Jam 16.40 kami tiba di Pantai Akkarena (tiket masuk Rp. 10.000/org), dan langsung bermesraan dengan sang senja sambil duduk – duduk di jembatan kayu menjorok ke laut, tak lupa menikmati es kelapa beserta kopi hangat ditemani sebentar oleh pemandangan sunset yang muncul malu – malu. Hari ini 12 jam sangat cepat sekali berlalu. Jam 18.00 dengan senyum sedikit cemberut Pantai Akkarena pun mempersilahkan kami pergi dan kami berkunjung ke rumah Budhy di daerah Panakukang untuk beristirahat sebentar, mandi lalu siap – siap melanjutkan traveling ke destinasi menarik lainnya yaitu “ Tana Toraja “ dengan manggunakan bus malam yang nyaman (Bus Bintang Prima)  yang berangkat jam 10 malam.

Biaya yang di keluarkan selama di Makassar dan Maros :

Peserta : 3 Orang Share Cost (tanpa Budhy)

Penginapan : Makassar Guset House, Rp.360.000/malam (include 1 extrabed dan breakfast)

Bensin : Rp. 150.000 (Mobilnya pake mobil Budhy hehehhee di supirin pula)

Beli makan, cemilan, tiket masuk, jajan, perahu di rammang rammang, dll : Rp. 1.200.000

Total biaya di luar tiket Rp. 1.710.000 / 3 = 570.000 per orang

Pesawat PP Jakarta – Makassar sekitar Rp.1.500.00

Hanya Menikmati 16.5 Jam di Kota Makassar dan Maros – Sulawesi Selatan,  16 tempat berhasil kami sapa walau harus berkejar – kejaran dengan waktu, harus bisa menikmati semuanya dengan singkat tetapi 16 tempat yang kami kunjungi itu berhasil menciptakan moment nya masing – masing di hati kami dengan rasa yang berbeda – beda dan 16 tempat tersebut, Wisata Sulawesi Selatan, Menikmati 16,5 Jam di Kota Makassar dan Maros sungguhlah a place to remember.

 by Ina_nty

Incoming search terms:

  • jarak dari bandara makasar ke maros
  • jarak panakkukang dengan kabupaten maros
  • makanan enak di pantai losari
  • makanan wajib disantap di bandara makassar
  • stadion karebosi
  • view bandara sultan hasanuddin makassar

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments